Lokasi Outbound Batu Malang

Masa prasejarah kota batu Tanpa banyak peserta outbound di batu malang ketahui selama ini bahwa ternyata di daerah Batu sebenarnya telah dimulai kehidupan sejak jaman prasejarah sebelumnya,lebih tepatnya yaitu pada masa neolithikum dengan beberapa bukti ditemukannya beliung persegi di daerah Malang. meskipun tidak diberitakan secara tegas bahwa beliung persegi ditemukan di daerahBatu, namun temuan ini dapat dijadikan sebagai ancangan waktu outbound malang untuk mengidentifikasikan awal mula kehidupan manusia prasejarah di daerah Batu.selain itu dengan diketemukannya artefak batu kategori tradisi megalitik, yang terbanyak ditemukan berupa lumping batu. Setidaknya ada 11 lokasi tempat yang tersebar di berbagai penjuru daerah outbound di batu malang dimana ditemukan alat tersebut,mulai dari Dadaprejo, Pendem, Junrejo, Mojorejo, Beji, Pandanrejo, Lajar, Sisir, dan Pesanggrahan.
Peninggalan tradisi megalitik lain yang diketahui dan dapat ditemukan lokasi outbound malang yaitu:
Batu dakon,sebuah bongkah batu dengan beberapa lobang di bagian permukaan yang berfungsi menghitung tibanya masa tanam yang ditemukan di dukuh Srebet, Pesanggrahan,
Punden berundak yang berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap arwah nenek moyang dijumpai di punden Mbah Gandendi DukuhTorongTutup,
Susunan batu temugelang di punden Gumukan (desaJunrejo),
Menhir di Punden Oro-oro Ombo, dan
Dolmen di DukuhSrebet, DesaPesanggrahan.
Masa Hindu-Budha
DalamPrasastiKubu-kubu,
Disebutkan bahwa pada masa kekuasaan Kerajaan Kanyuruhan di daerah outbound Malang pernah diadakan acara penetapan sebuah desa menjadi perdikan (sima), turut diundang pemuka masyarakat dari desa-desa tetangga, dan salah satu desa yang disebutkan sebagai tetangga desa kubu-kubu (di identifikasi sebagai kebonagung sekarang) adalah desa “batwan”, yang boleh jadi merupakan desa kuno yang kini berlokasi outbound di batu malang. Batwan merupakan persamdhian dari batu+an
PrasastiGulung-gulung (929M)
Ditulis atas perintah raja Isana (PuSindok) di Kerajaan Mataram. Dalam prasasti ini disebutkan desa-desa tetangga dari desa Gulung-gulung diantaranya yaitu Batwan dan Batu.
Sejauh ini, satu-satunya prasasti yang berasal dari Batu (yang sekarang berada di Skotlandia) adalah Prasasti Sangguran (924M) atau disebut juga dengan Prasasti Ngandat.Selain itu juga terdapat punden “Mbah Ngandat”, dan di dapati bata-bata kuno reruntuhan bangunan
Selain itu juga ditemukan reruntuhan candi dari bata di Pendem, Temas, Junrejo, dll, yang di perkirakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit, peninggalan sejarah lain masa ini adalah bekas Patirthan di JedingKulon, reruntuhan candi di JedingWetan.
Pada masa pemerintahan Mataram, Batu telah menjadi pemukiman warga yang religius.Terbukti dengan adanya candi-Pathirtan Songgoriti (abad X M) yang berasal dari masa pemerintahan MPuSindok.
Menurut gancaran Pararaton (Katuturan Ken Angrok) menyatakan bahwa di desa Jun Watu tinggal seorang “sempurna”, sangat dimungkinkan orang yang dimaksud adalah Mpu Gandring.
Pada masa kerajaan Majapahit ditulis kitab Kakawin Negara kretagama, dan di dalamnya disebutkan bahwa Batwan dan Batu adalah dua desa berbeda yang berdekatan.
Berdasarkan Prasast iJiu II (yang ditemukan di Mojokerto), disebutkan bahwa deseng (desa) Batu sebagai desa paling selatan diantara desa-desa lain yang ditetapkan sebagai daerah untuk bangunan suci bernama Trailokyapuri.Sebagian besar desa-desa lain yang disebutkan dalam prasasti ini berada di daerah Pacet. Sehingga desa Batu merupakan batas, desa tetangga, dan desa terjauh bagi Trailokyapuri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *