KONDISI RAFTING DI MALANG

rafting di malang

rafting di malang

Rafting di malang

1.JERAM

Jeram adalah bagian sungai dimana air mengalir dengan deras dan cepat dan bertaburan diantara banyak batu dari berbagai ukuran dan sekaligus rafting di malang  membentuk turbulensi dan arus balik

2.Faktor penyebab terjadinya Jeram:

1.Volume Air

Ukuran jumlah debit air yang melewati satu titik tertentu di sungai dalam satuan waktu tertentu. Ukurannya CFS (cubiq feets per second). Data mengenai volume air penting untuk diketahui, bilamana volume air tinggi atau rendah, sehingga bisa dipastikan apakah sungai bisa diarungi atau tidak.

2.TINGKAT KECURAMAN ALIRAN SUNGAI (GRADIENT)

Tingkat kecuraman / kemiringan aliran sungai menunjukkan nilai rata-rata penurunan dalam suatu jarak tertentu. Setiap sungai pada jarak tertentu mempunyai tingkat kecuraman yang berbeda. Kadang tajam dan sebaliknya mendatar

3.TONJOLAN DASAR SUNGAI (ROUGHNESS)

Letak batuan atau tonjolan di dasar sungai yang tidak beraturan mengakibatkan turbulensi aliran arus sungai. Semakin tak beraturan letak batu di dasar sungai, semakin besar turbulensinya (putaran air ke hilir).

4.PENYEMPITAN LEBAR PENAMPANG SUNGAI (CONSTRICTION)

Penyempitan lebar penampang sungai, diakibatkan oleh pendangkalan dan kejadian alam lainnya. Semakin sempit aliran sungai, semakin deras arus air mengalir.

3.KOMPONEN JERAM RAFTING DI MALANG

Bagian dari jeram/riam, terdiri dari beberapa komponen, sebagai berikut:

1.LIDAH AIR (THE TONGUE)

Terbentuk dari dua alur yang terhambat batu dan bertemu membentuk huruf ‘V’ yang mengarah ke hilir. Bila terdapat lebih dari satu lidah air,maka yang terbesar merupakan jalur utama yang sebaiknya dipilih.

2.OMBAK BERDIRI (STANDING WAVES)

Benturan akhir arus kuat yang mengalir ke bawah dengan arus lambat yang mengalir secara mendatar di dasar sungai membentuk gelombang ke atas yang permanen dan yang disebut sebagai ombak berdiri. Ombak berdiri yang mencapai ketinggian lebih dari 3 meter disebut haystacks

3.ARUS BALIK (REVERSAL / HOLES / STOPPER)

Menggambarkan aliran sungai yang mengayun keatas dan berputar ke belakang dengan sendirinya. Secara umum terdapat 3 bentuk arus balik sebagai berikut:

1.REVERSAL

2.HOLES

3.STOPPER

4.PUSARAN AIR / ARUS BALIK (EDDIES)

Menunjukkan suatu tempat, dibalik batu dimana arus sungai berhenti dan mengalir ke arah hulu.

Daerah turbulensi antar suatu pusaran air dengan arus ke hilir biasanya ditandai dengan air melingkar dan bergelembung dan ini biasa disebut sebagai garis atau batas pusaran air / eddies.

5.BELOKAN (BENDS)

Pada belokan sungai, arus yang cepat dan aliran yang dalam terdapat pada lingkaran bagian luar belokan sungai, antara lain akibat adanya kekuatan centrifugal, karenanya permukaan aliran arus yang berbelok cepat, sebaiknya yang dilalui bagian dalamnya.

6.AIR DANGKAL (SHALLOWS)

Kerap kali dijumpai pada penampang sungai yang melebar, memaksa awak perahu untuk memilih serta mencari dengan berbagai cara dan hati-hati, untuk memilih berbagai jalur untuk lewat.

4.SKALA TINGKAT KESULITAN SUNGAI

Kondisi yang menyatakan bahwa sungai berjeram itu sulit atau tidak, ditunjukkan melalui skala tingkat kesulitan sungai

1.INTERNATIONAL SCALE

Angka ukurannya adalah 1s/d6,1 = mudah dan 6 = amat sulit dan tidak mungkin dilalui. Angka skala kesulitan ini berlaku dan digunakan di sungai-sungai Amerika Utara dan juga daratan Eropa

2.WESTERN SCALE

Diperkenalkan oleh penguasa Grand Canyon di Amerika yaitu Doc Marston. Skala berkisar 1 s.d 10.Skala ini umumnya hanya digunakan di sungai bagian Barat Amerika, salah satunya Colorado.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *